Berbagai apakah yang harus ditulis sang programmer, siapakah yang

Berbagai negara maju telah mengembangkan dan mencoba mobil tanpa awak , mulai di jalan umum.
Seperti untuk mengantar makanan, sebagai taxi dan lain-lain. Namun, mobil tanpa awak atau yang biasa
disebut drivelesscar masih menuai pro – kontra. Hal yang menjadi pro kontra adalah etika dan moral mobil
tersebut. Contohnya, saat di depan mobil terjadi kecelakaan yang mana tidak mungkin melakukan rem
mendadak, dan apabila banting stir kekanan akan menabrak pejalan kaki, sedangkan kekiri atau kedepan
akan membahayakan penumpang. Tentunya mobil tanpa awak berbeda dengan manusia, mobil tanpa awak
tidak bisa memilih sesuai keadaan saat itu, dia akan memilih sesuai program yang telah ditulis programmer.
Lalu apakah yang harus ditulis sang programmer, siapakah yang harus di prioritaskan ? Penumpang atau
orang disekitar ? ataukah sebaiknya drivelesscar ini tidak layak untuk dipakai. Oleh karena itu sangat
penting untuk mengambil suatu tindakan dari dilematis tentang mobil tanpa awak ini.
Tentunya sebelum ditentukan bagaimana soal moral dan etika mobil tanpa awak, perlu diketahui
kenapa adalah mobil tanpa awak penting untuk diberlakukan di dunia, mengingat banyak sekali pro-kontra
tentang mobil ini. Alasan utama bagi perusahaan, pemerintah, dan consumer kenapa drive less car ini di
kembangkan adalah untuk keamanan yang lebih terjamin., contohnya di Amerika, setiap tahunnya terdapat
lebih dari 35.000 orang meninggal karena kecelakaan dimana 94% dikarenakan human error dan angka
tersebut terus meningkat (Stoffel, 2017). Alasan kedua adalah untuk mengurangi kemacetan. Mobil tanpa
awak dapat berkomunikasi satu sama lain, sehingga mereka dapat mengidentifikasi dan mengoptimalkan
rute untuk di lalui, selain itu apabila kemacetan berkurang hal tersebut akan berdampak baik juga untuk
kesehatan, seperti yang diketahui kemacetan menyebabkan kenaikan tekanan darah, depresi. Dan yang
terakhir adalah mengurangi polusi udara, masih berkaitan dengan mengurangi kemacetan , saat kemacetan
berkurang tentunya polusi akan berkurang. Hal ini menjadi pening sebab, sebagai contoh di U.S 30% dari
seluruh pemanasan global berasal dari polusi transportasi. Tentunya akan sangat baik bila angka tersebut
bisa di kurangi (Hansen, 2017).
Setelah diketahui bahwa mobil tanpa awak memang perlu untuk di realisasikan, selanjutnya perlu
dipikirkan bagaimana mobil itu berfikir untuk menghadapi masalah – masalah yang akan dihadapi nanti di
jalan umum. Hal pertama yang perlu di perhatikan yaitu soal kecepatan, mobil tanpa awak, harus di program
dapat mengatur kecepatan tidak hanya disebabkan oleh lalu lintas tetapi harus lebih peka lagi terhadap
lingkungan seperti, besar kecepatan di cuaca yang baik, berkabut, hujan, dan salju (Gopnik, 2014). Dan
kecepatan tersebut harus bersifat mutlak atau sesuai dengan prosedur keamanan, sebab apabila kecepatan
dapat di ubah oleh penumpang semaunya, tentu fungsi mobil tanpa awak sebagai pengurang kecelakaan
akan hilang.
3
3
Selanjutnya bagaimana drive less cars mengatasi terjadinya kecelakaan. Sesuai prinsip robot, bahwa
mobil tanpa awak harus lebih memilih menabrak benda yang tidak bernyawa di bandingkan yang bernyawa,
berdasarkan studi di MIT drive less cars, algoritma yang tertanam tidak boleh membahayakan sekitar,
terutama manusia. Prinsip tersebut juga diberlakukan di jerman (Grenemeier, 2016). Namun, bukankah tidak
akan ada seorang pun yang ingin membeli mobil yang justru akan membahayakan mereka. Oleh karena itu
mobil hasrus diprogram dapat mengindentifikasi material yang akan di tabrak dan memilih material yang
lebih aman ditabrak dan juga mobil tersebut harus didesain harus sangat-sangat aman, sehingga apa bila
menabrak, penumpang di dalamnya tetap aman. Contoh kasus, apabila mobil tanpa awak sedang bejalan
lalu didepannya terdapat anak kecil yang sedang mengambil bolanya yang terjatuh di jalan, lalu disebelah
kanan terdapat pejalan kaki, sedangkan di sebelah kiri terdapat tembok atau fasilitas kota yang sangat keras,
berdasarkan prinsip algoritma yang ditulis harus memilih tembok dan benda mati untuk ditabrak, dengan
catatan mobil didesain sekuat dan seaman mungkin sehingga saat ditabrakkan penumpang akan tetap
selamat.
Satu hal yang sangat penting setelah algoritma mengenai etika dan moral selesai, layaknya manusia
yang moral dan etikanya dapat dipengaruhi oleh hal-hal yang ada diluar, mobil tanpa awak juga demikian,
mobil tersebut dapat di hack atau di beri virus sehingga algoritmanya menjadi kacau. Akan menjadi sangat
bahaya apabila mobil di hack dan diubah programnya untuk lebih memilih untuk menabrak sekitar apalagi
menabrak manusia demi kepentingan diri sendiri. Oleh karena itu sang programmer harus menjamin secara
pasti agar otak mobil tidak mudah untuk di hack .
Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, mobil tanpa awak perlu untuk
dikembangkan sebab sangat berguna bagi kehidupan yang lebih baik, yaitu mengurangi angka kemacetan,
menguangi resika kecelakaan, dan mengurangi polusi. Mobil tanpa awak harus diprogram untuk lebih
memilih benda mati yang ditabrak yang sebelumnya telah diidentifikasi material yang akan ditabrak.
Kemudian mobil dibuat sekuat dan seaman mungkin sehingga apabila menabrak penumpang tetap selamat.
Dan yang terakhir mobil harus bisa dijamin ke amanannya dari para hacker. 

x

Hi!
I'm Santiago!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out