BAB karena faktor lingkungan seperti matahari, badai besar, dan

BAB I

Pendahuluan

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Latar
Belakang

Laut adalah tempat luas berisikan air asin yang
mengisi hampir seluruh permukaan bumi. Laut merupakan tempat tinggal berbagai
biota laut. Laut menjadi tempat hidup terumbu karang yang berguna sebagai
penyeimbang ekosistem. Banyak orang yang menyukai laut dan ingin menyelami
lebih dalam keindahan isi di dalamnya. Namun sayangnya, laut sudah tidak
seindah dahulu. Kini
laut telah terisi oleh ribuan sampah yang berasal dari tangan manusia sendiri. Kurangnya
kepedulian dan rasa tanggung jawab manusia lah yang menyebabkan laut tercemar
oleh sampah. Sampah adalah sesuatu yang mengotori lingkungan. Sampah terbagi menjadi dua,
yaitu sampah organik (mudah terurai) dan sampah anorganik (sulit terurai). Kebanyakan
sampah laut adalah sampah yang sulit diurai dan tentunya membahayakan
lingkungan dan makhluk hidup. Sampah ini disebut marine debris. Marine debris
adalah masalah besar yang sedang dihadapi sekarang. Banyak
orang yang belum tau dan peduli tentang masalah sampah laut ini.

Judul makalah ini sengaja diambil karena menarik
perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak
yang peduli terhadap lingkungan khususnya laut.

 

Rumusan
Masalah

Berdasarkan
latar belakang tersebut, masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut:

1.      
Darimana
marine debris berasal ?

2.      
Bagaimana
pandangan islam mengenai marine debris?

3.      
Bagaimana
cara mengatasi marine debris ?

 

Tujuan

1.      
Dapat
mengetahui darimana marine debris berasal

2.      
Dapat
mengetahui pandangan islam mengenai marine debris

3.      
Dapat
mengetahui cara mengatasi marine debris

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Pembahasan

            Marine debris atau sampah laut
adalah sesuatu yang dihasilkan dari manusia yang secara sengaja atau tidak
sengaja masuk ke saluran air dan terbawa aliran air yang berujung pada samudera
atau pun laut dan dapat merusak biota laut. Sampah
bekas manusia setiap harinya dapat menjadi marine debris jika dibuang
sembarangan. Sampah laut
yang paling umum ditemukan adalah sampah plastik. Banyak orang berpikir bahwa
sampah plastik yang ditemukan di laut berukuran besar tapi nyatanya yang banyak
terdapat di laut adalah sampah plastik yang berukuran kecil bahkan tidak dapat
dilihat dengan mata telanjang. Plastik tidak pernah benar-benar hilang. Mereka
hanya pecah dari yang awalnya berukuran besar menjadi kecil dan lebih kecil
lagi karena faktor lingkungan seperti matahari, badai besar, dan ombak. Banyak
orang tidak tahu mengenai The Great Pacific Garbage Patch.
The Great pacific garbage patch merupakan masalah terbesar sampah laut yang
terjadi di samudera pasifik. The Great pacific garbage patch merupakan kumpulan
sampah laut seperti sup yang berada di samudera pasifik yang umumnya berisi
sampah plastik.

 Marine debris bukan hanya
tentang sampah plastik
tetapi juga sesuatu yang terlantar atau  ditinggalkan dilaut. Kapal karam yang tenggelam di laut, ban
mobil yang ada di permukaan laut, dan alat penangkap ikan yang terlantar di
laut seperti jaring dan kail
juga termasuk sampah laut. Sebagai contoh,
jaring
nelayan yang terlantar dapat memerangkap ikan dan terumbu karang. Secara tidak
langsung, hal tersebut dapat merusak ekosistem laut dan kelangsungan hidup
ikan. Contoh lainnya, beberapa bulan lalu terdapat berita mengenai foto kuda
laut yang sedang berenang dengan membawa korek kuping. Kuda laut menjadikan
korek kuping sebagai tempat untuk menggikatkan ekornya. Ekor kuda laut digunakan sebagai jangkar, yaitu alat
untuk mengaitkan tubuhnya pada suatu substrat seperti rumput laut, terumbu
karang atau benda- benda lain yang ada di lingkungannya. Alasan mengapa kuda laut mengikatkan diri pada korek
kuping karena ia tidak menemukan habitat yang cocok untuk mengikatkan diri bisa
dikarenakan habitatnya yang telah dirusak oleh manusia. Berita tentang kuda
laut sangat menampar Indonesia karena menjadi gambaran bagaimana keadaan laut
di Indonesia.

Marine debris bisa berasal dari sampah yang ada di
kota lalu hanyut terbawa air hujan atau banjir masuk ke gorong-gorong terbawa
menuju sungai dan akan sampai pada tujuan akhir yaitu samudera atau laut atau
bisa juga dari orang yang membuang sampah sembarangan di pantai lalu sampah
tersebut hanyut terbawa ombak ke laut. Jika sampah ditaruh dengan benar di
dalam tempat sampah, kecil kemungkinan sampah itu akan terbawa sampai ke laut.
Banyak orang yang membuang sampah disamping atau dibawah tempat sampah
dikarenakan tempat sampah yang sudah terlalu penuh sampai sampah berceceran.
Seharusnya jika kita sudah melihat tempat sampah tersebut penuh, maka cari
tempat sampah yang lain yang memungkinkan supaya sampah itu bisa dibuang ke
dalam tempat sampah.

Tidak ada manusia yang ingin berenang di tempat yang
tercemar oleh sampah, hewan pun sama. Tapi sayangnya, hewan tidak punya pilihan
seperti manusia yang bisa memilih tempat tinggalnya. Hewan laut dapat
terperangkap oleh jaring yang terlantar, mereka bisa saja terluka atau bahkan
mati karena tersangkut. Mereka juga mengira bahwa sampah plastik merupakan
makanan mereka. Mereka mengisi perut dengan sampah yang tidak dapat dicerna.
Para ilmuwan dari
Newcastle University menguak fakta bahwa seluruh hewan-hewan laut yang tinggal
di dasar samudra menelan sampah plastik dan serat buatan manusia. Hasil mengejutkan lainnya,
yakni tidak ada bagian dari lautan di dunia yang tidak tersentuh oleh limbah
tersebut. Didalam sampah plastik terdapat bahan kimia, jika
sampah plastik termakan oleh ikan lalu ikan dimakan oleh manusia maka  manusia dapat terserang kanker. Marine debris
juga dapat merusak ekosistem penting di laut seperti terumbu karang yang
berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem dengan cara memecahkan atau memerangkap.

Sampah laut dapat menurunkan minat wisatawan berkunjung ke pantai. Orang-orang
tidak mau berkunjung ke pantai yang banyak sampah. Selain itu, biaya yang harus
dikeluarkan untuk membersihkan sampah laut cukup banyak. Sampah laut dapat
memicu kemiskinan. Pemerintah Indonesia berjanji
akan mengucurkan anggaran sebesar USD1 miliar atau setara Rp13,4 triliun untuk
program tersebut. Terlebih lagi pasca tahun baru 2018 ini banyak sampah
laut di pantai ancol yang bertebaran. Banyaknya pengunjung yang menghabiskan
malam tahun baru di pantai ancol menyebabkan sampah membludak. Kebanyakan dari
mereka membuang sampah sembarangan pada saat perayaan malam tahun baru. Tidak
sedikit sampah yang mereka buang terbawa ombak dan terapung diatas laut. Ada
1.037 Kg sampah usai  Perayaan Malam Tahun Baru di kawasan Pantai Lagoon
Ancol. Sampah tersebut dikumpulkan peserta ‘Beach Clean Up 2018’. Jumlah sampah
tersebut meningkat dari tahun kemarin yang hanya 200 kg. Jumlah tersebut belum
termasuk sampah yang tertimbun di dalam laut. Lebih dari delapan juta ton
plastik tenggelam ke dasar laut setiap tahunnya, sedangkan diperkirakan ada 300
juta ton yang mengambang di laut. Ilmuwan memprediksi bahwa jumlah sampah
plastic akan lebih banyak daripada jumlah ikan pada tahun 2050. Laut kita
sekarang diduga mengandung sekitar 51 triliun partikel mikroplastik. Jumlah ini
500 kali lebih banyak dari jumlah bintang di galaksi Bima Sakti.

Dalam Al-Quran telah dijelaskan bahwa telah tampak
kerusakan di bumi karena ulah manusia.

Q.S. Ar-Rum ayat 41-42

?????? ?????????? ??? ???????? ??????????? ????? ???????? ???????
???????? ????????????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ??????????? ????
??????? ??? ????????? ??????????? ?????? ????? ????????? ????????? ???? ?????? ? ????? ???????????? ???????????

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena
perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari
(akibat) perbuata mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). Katakanlah
(Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang
dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan
(Allah).” (Q.S. Ar-Rum 41-42)

Dalam ayat tersebut Allah SWT menyuruh agar umat manusia menjaga alam
dan lingkungan dan melihat orang-orang sebelum mereka agar mereka tidak
melakukan hal yang sama seperti pendahulu mereka. Dengan kita membuang sampah
ke laut sama saja dengan kita merusak apa yang telah Allah ciptakan. Sudah
sepatutnya kita lebih peduli lagi terhadap lingkungan dengan cara menjaga dan
mensyukuri apa yang telah Allah SWT ciptakan.

Allah tidak suka dengan orang-orang yang menjadi perusak di bumi dan
akan memberi hukuman kepada mereka yang berbuat kerusakan dan telah dijelaskan
dalam Q.S. Al-Maidah 33-34 yang berbunyi :

 ???????? ??????? ????????? ???????????? ??????? ??????????? ???????????? ??? ????????? ???????? ???? ??????????? ???? ??????????? ???? ????????? ??????????? ?????????????? ???? ??????? ???? ????????? ???? ????????? ?????? ?????? ?????? ??? ?????????? ???????? ??? ?????????? ??????? ??????? (33) ?????? ????????? ??????? ???? ?????? ???? ?????????? ?????????? ??????????? ????? ??????? ??????? ??????? (34)

Artinya: “Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan
membuat kerusakan di bumi, hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan
dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang
demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat azab
yang besar. Kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menguasai
mereka; maka ketahuilah, bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S.
Al-Maidah 33-34)

Selain itu dalam hadits juga dijelaskan 
bahwa  “Sesungguhnya
Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai
kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan.
Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”.  (HR. At-Tirmidzi)

Dengan merujuk pada dua ayat dan
hadits diatas, Allah menyuruh kita agar menjaga alam dan lingkungan dan tidak
menjadi perusak di muka bumi ini dan jika kita merusak ada hukumannya nanti di
akhirat.

            Dunia
sedang berpikir bagaimana cara memberantas sampah laut. Jawabannya adalah diri
kita sendiri. Jangan berpikir ‘kalau hanya satu orang yang membuang sampah
sembarangan tidak akan memberi pengaruh apa-apa’ tapi mulailah berpikir ‘jika
ada seribu orang yang berpikir seperti saya apa masih tidak berpengaruh
apa-apa?’ dan mulailah berpikir kemana sampah yang saya buang ini akan berakhir.
Tentunya sampah yang kita buang tidak akan lenyap tiba-tiba tetapi sampah itu
akan menumpuk menjadi gundukan sampah yang sulit untuk diurai. Mulailah untuk
tidak menggunakan barang sekali pakai buang. Cobalah untuk menggunakannya
kembali untuk hal lainnya. Kurangi sampah plastic dengan cara  Setiap orang memiliki potensi untuk
menyumbangkan sampah ke laut. Yang perlu kita lakukan adalah rasa peduli dan
tanggung jawab. Pemerintah pun sedang membuat Rencana Aksi Nasional Penanggulangan
Sampah Plastik. Salah satu cara pemerintah dalam mengurangi sampah plastik dengan
mengenakan pajak pada plastik sekali pakai, mencampur aspal dengan plastik
untuk pembangunan infrastruktur jalan nasional, menjadikan sampah sebagai
energi, dan memebrdayakan masyarakat dan pemuda . Secara tidak langsung dengan
mengenakan pajak plastik akan membuat orang-orang lebih memilih menggunakan tas
belanja daripada harus membayar sebuah kantung plastik.

x

Hi!
I'm Santiago!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out